Bulan Sabit Merah Indonesia

Untuk Kemanusiaan dan Perdamaian

RUU KEPALANGMERAHAN : FRAKSI – FRAKSI DI DPR MENDUKUNG KEBERADAAN BSMI

RUU Kepalangmerahan  yang saat ini baru saja diupayakan ke Paripurna DPR pasca pemaparan pendapat fraksi di Badan legislatif DPR RI ternyata belum disepakati secara bulat oleh keseluruhan fraksi.
Konvensi Jenewa mengakui adanya tiga lambang kemanusiaan di dunia ini, yaitu Bulan Sabit Merah (digunakan oleh tiga puluh negara, terutama negara-negara Islam dan negara di timur tengah), Palang Merah, dan Kristal Merah (hanya digunakan oleh satu negara yakni Israel).

Seperti diketahui RUU yang tengah bergulir ini seakan-akan wakil rakyat yang ada di senayan bersukacita bahwa lambang kemanusiaan di Indonesia yang diakui adalah lambang Palang Merah. Ditambah pula penggiringan opini adanya berbagai kepentingan yang hendak “mengkudeta” lambang Palang Merah di Indonesia yang pada dasarnya itu sebuah pengalihan substansi tentang polemik pengaturan lambang dan gerakan kemanusiaan di Indonesia.

Lepas dari masalah lambang, untuk RUU yang membahas masalah kemanusiaan dan sosial namun judulnya adalah RUU Kepalangmerahan dan mengkhususkan diri kepada pengaturan oganisasi kepalangmerahan & lambang, maka berarti sudah keluar dari masalah yang substansial yang lebih mendasar yaitu kemanusiaan.

RUU ini seolah-olah hanya membahas tentang lambang sebuah organisasi tertentu, yang tentu saja akan mengerdilkan permasalah pada dasarnya sangat global dan mendasar.

Menanggapi hal tersebut, tak kurang dari 5 fraksi, yaitu dari partai Hanura, Gerindra, PAN, Demokrat dan PKS yang menyatakan hendaknya Bulan Sabit Merah Indonesia diakui keberadaannya dengan menyebutkannya di dalam batang tubuh RUU. Secara implisit FPDIP mengusulkan tetap memberi ruang kepada organisasi kemanusiaan lain untuk berkiprah. Bahkan, secara tegas fraksi partai Hanura menyatakan setuju terhadap perubahan RUU Kepalangmerahan menjadi RUU Sosial Kemanusiaan.

Pengakuan terhadap Bulan Sabit Merah Indonesia ini sangat senafas dengan kondisi negara Indonesia yang multikultural dan plural dibawah lindungan konstitusi dalam toleransi serta demokrasi, namun perlu juga diketahui bahwa lambang Bulan Sabit Merah juga lambang netral dan diakui didunia.

“Selama ini Bulan Sabit Merah Indonesia juga telah membuktikan keprofesionalan serta kenetralan dalam beraktivitas secara mandiri” Demikian dinyatakan oleh ketua umum BSMI, Muhammad Djazuli Ambari,SKM,MSi di sela-sela konferensi pers menjelang keberangkatan tim aju BSMI ke Rohingya-Myanmar. Insya Allah pada sabtu pagi, guna memberikan bantuan medis dan kemanusiaan lain serta melakukan penyembelihan hewan kurban untuk pengungsi Rohingya di Myanmar. (fau)

Single Post Navigation

One thought on “RUU KEPALANGMERAHAN : FRAKSI – FRAKSI DI DPR MENDUKUNG KEBERADAAN BSMI

  1. Reblogged this on drprita1 and commented:
    Perjalanan ini masih panjang. Membutuhkan kerja-kerja yang profesional. Ini hanyalah salah satu pal tonggak yang harus dilewati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: