Bulan Sabit Merah Indonesia

Untuk Kemanusiaan dan Perdamaian

BSMI : ” Teruskan Pengabdian untuk Kemanusiaan “

Sepuluh tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 8 Juni 2002 telah didirikan BSMI di Jakarta, sebagai suatu bentuk kepedulian segenap anak bangsa terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang muncul di tanah air. Dalam rangkaian milad ke 10 tahun kali ini BSMI melaksanakan beberapa kegiatan yang merupakan bentuk rasa syukur atas kesempatan dalam memberikan kontribusi bagi kemanusiaan selama ini.

Tercatat sejumlah bantuan kemanusiaan di tanah air seperti bantuan tim evakuasi kecelakaan pesawat Shukoi di Gunung Salak, pendirian & pengoperasian rumah sakit lapangan pasca gempa & tsunami Aceh-gempa Yogya & Jateng-banjir Jakarta,Gempa Sumatera Barat, bantuan dapur umum bergerak, bantuan trauma healing, bantuan sembako, klinik bergerak, pendirian & pelayanan klinik & rumah sakit permanen bagi korban bencana & masyarakat miskin. Persoalan kemanusian ditingkat internasional juga menjadi perhatian BSMI. Beberapa bentuk bantuan kemanusiaan seperti bantuan tim medis spesialis di rumah sakit di Baghdad, pelayanan kesehatan bagi korban bencana di Pakistan, bantuan ambulans & pelayanan medis di Libanon, bantuan alat kesehatan untuk rumah sakit Shifa di Gaza Palestina, & beasiswa bagi warga Palestina untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi di Indonesia bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan & Kebudayaan RI. Seluruh Pengurus, anggota & relawan BSMI sangat bersyukur atas capaian yang diperoleh selama satu dekade terakhir, & berharap agar apa yang telah dilakukan & diperoleh dapat menjadi bahan catatan yang dapat menginspirasi penerus kami, serta seluruh lapisan masyarakat & bangsa di tanah air. Kepedulian membangun karakter & integritas relawan kemanusiaan juga tidak luput dari perhatian BSMI.

Seiring rangkaian milad ke 10 tahun BSMI pembinaan relawan melalui pelatihan yang digelar di seluruh cabangnya termasuk Pelatihan Dasar (LATSAR) yang diselenggarakan di Jakarta sejak pertengahan Mei s.d. November 2012.

BSMI tetap menjaga kepedulian pada kemanusiaan bersama lambang bulan sabit merah dengan beragam aktifitasnya di seluruh cabangnya. Tidak ketinggalan kegiatan peningkatan wawasan pada masyarakat luas menyangkut penanggulangan bencana melalui seminar gratis tentang Penanggulangan Bencana yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 7 Juli 2012 bertempat gedung BNN lantai 7 yang berlokasi di Cawang, Jakarta Timur (pkl 08.00-15.00 WIB) & bekerjasama dengan berbagai pihak antara lain BNN, Kemsos RI, Kominfo RI, BNPB, BMVKG, & Disdamkar DKI (cp: 081386340705). Seminar ini diharapkan mampu memberikan pencerahan & inspirasi bagi masyarakat luas untuk melakukan langkah-langkah antisipatif dalam penanggulangan bencana.

Seiring dengan serangkaian kegiatan yang terus menerus menjadi kesibukan BSMI dalam mengabdi untuk kemanusiaan muncul ganjalan yang meresahkan masyarakat bagi kesinambungan bantuan kemanusiaan di dalam & luar negeri. Sumber keresahan tersebut berasal dari senayan, tempat dimana rancangan undang undang lambang palang merah (kini bernama Kepalangmerahan) dimasukkan dalam program legislasi nasional 2012. RUU ini se&g dibahas oleh Badan Legislasi Nasional untuk mengesahkan satu lambang palang merah sekaligus melarang penggunaan lambang bulan sabit merah.

Dalam pembangunan di era reformasi ini Pemerintah sebagai regulator seharusnya memberikan keleluasaan & membuat kebijakan agar masyarakat dapat tetap berkontribusi dalam membangun negara ini termasuk bidang sosial kemanusiaan. Kerja–kerja kemanusiaan BSMI yang selalu menjadi mitra Pemerintah sudah banyak di rasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh Karena itu, Majelis Pimpinan Nasional BSMI, anggota & relawan BSMI pada acara Rapat Dengar Pendapat Umum dihadapan Ba& Legislasi DPR RI (19/6) telah menyampaikan pernyataan sikapnya yang meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia & seluruh bangsa Indonesia untuk :
1. Menjunjung tinggi & komitmen terhadap UUD 1945 yang menjamin hak setiap orang untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, & Negara, melalui partisipasi aktif dalam memberikan kontribusinya untuk penyelesaian berbagai persoalan kemanusiaan bangsa Indonesia.
2. Memiliki, memelihara & melestarikan human social capital, yaitu bukan sekedar jumlah manusia yang pintar saja untuk menyelesaikan persoalan bangsa ini tetapi kerjasama diantara manusia & komponen bangsa Indonesia, diantara kelompok masyarakat & lembaga kemanusiaan yang ada untuk berkorban menolong sesama, & memberikan kontribusi yang saling melengkapi bagi penyelesaian atas berbagai persoalan kemanusiaan yang muncul.
3. Menyadari, memelihara & melestarikan lambang Bulan Sabit Merah yang telah menjadi bagian budaya bangsa yang mengakar di hati mayoritas bangsa Indonesia sehingga mampu membakar semangat yang tinggi menolong sesama dengan penuh keikhlasan dalam berbagai bentuk kejadian bencana & persoalan kemanusiaan.
4. Membatalkan & menarik kembali Rancangan Un&g Un&g tentang Lambang Palang Merah dari agenda Program Legislasi Nasional yang sesungguhnya justru akan merugikan & melemahkan Ketahanan Sosial Nasional Bangsa Indonesia & Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semoga kebersamaan dalam kerja melayani masyarakat yang dilakukan segenap lembaga sosial kemanusiaan, para anggota Parlemen, Pemerintah serta dunia usaha di ridhoi Allah SWT .. Amin

Single Post Navigation

2 thoughts on “BSMI : ” Teruskan Pengabdian untuk Kemanusiaan “

  1. SELAMAT MILAD BSMI ke 10. Semoga sukses dunia dan akhirat, amin ya robbal alamin. Imron BSMI Kab Bogor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: