Bulan Sabit Merah Indonesia

Untuk Kemanusiaan dan Perdamaian

Makna Lambang Bulan Sabit Merah Indonesia

Lambang Bulan Sabit Merah Indonesia

BSMI atau Bulan Sabit Merah Indonesia menggunakan Lambang Bulan Sabit Berwarna Merah, dengan 3 bahasa yaitu Indonesia, Arab, dan Inggris ditulis dengan warna hijau. Banyak orang memiliki interpretasi tersendiri setelah melihat lambang BSMI. ketika BSMI mengadakan bakti sosial pelayanan kesehatan di pedalaman desa Bengkulu, sebut saja Bapak Adi berkata ” ini partai baru ya pak?”. atau seorang tim ahli sebuah fraksi partai nasionalis besar di DPR berujar ” ini Bulan Sabit, Islam banget, tuh lihat ada bahasa arabnya lagi”. bahkan ia berujar BSMI memiliki afiliasi parpol tertentu. Ketika pergi ke Nabire, BSMI yang membuka Posko bencananya didatangi warga yang ingin berobat dan berkata : ” Pak, Bulan Sabit ini kayak PMI ya pak, saya punya bapak minta diobati dia sedang sakit”. Kebetulan lambang IFRC (International Federation Red Cross and Red Crescent Society) juga menggunakan lambang Bulan Sabit disandingkan dengan lambang Palang Merah yang didominasi oleh orang asing ketika mereka disana. Seorang ahli IT pembuat Web ketika mempresentasikan pembuatan Web BSMI mengatakan ” ketika user membuka web atau disaat lain/kapan dan dimanapun melihat logo BSMI memiliki interpretasi sesaat yaitu: Islam atau PKI (Partai Komunis Indonesia-karena lambang Sabit Merahnya seperti arit)”.

Persoalan lambang terkait erat dengan identitas yang ia bawa. disaat seperti inilah sosialisasi BSMI dengan lambang Bulan Sabit Merahnya adalah prioritas untuk disampaikan kepada khalayak umum sebagai tantangan bahwa lambang Bulan Sabit Merah adalah lambang kemanusiaan universal seperti halnya lambang kemanusiaan lain yang diakui dalam Konvensi Jenewa. Menyikapi berbagai interpretasi tentang lambang Bulan Sabit Merah perlu ditegaskan bahwa BSMI adalah lembaga netral dan independen. sesuai prinsip dasar yang dimiliki BSMI yaitu Kenetralan, Kemandirian, Kesemestaan, Kemanusian, Profesionalitas, Amanah, dan Kejujuran lambang Bulan Sabit Merah memiliki makna universal. Sampai detik ini BSMI Pusat tidak pernah menerima  menerima dana dari Pemerintah sepeserpun. pendanaan yang dilakukan dibangun atas invovasi kemitraan dan donasi masyarakat.  Pencitraan yang terbentuk bahwa BSMI tidak netral telah lama di bantah oleh Pengurus Pusat BSMI.  BSMI dituding  dengan lambangnya  identik dengan parpol tertentu,  dan kembali ditegaskan bahwa  BSMI adalah lembaga yang terbuka  dan melayani semua pihak tanpa membedakan suku, agama dan kelompok. Bahkan BSMI dikenal  didaerah kantong-kantong nonmuslim seperti Manggarai dan Alor -NTT serta  Nabire-Papua. Orang memiliki penilaian ketika melihat logo BSMI langsung ke tengah logo tersebut yang bertuliskan bahasa Arab, yang dengan itu semakin menguatkan asumsi BSMI terlalu Islamis sekali. Penilaian tersebut tidak dapat disalahkan juga, penempatan bahasa arab sebagai salah satu wujud membawa misi Islam rahmatan lil’alamin.

Implementasi universal lambang Bulan Sabit Merah  dalam logo BSMI sebenarnya sudah ditampilkan dengan 3 bahasa. Bahasa  Indonesia  sebagai kultur budaya bangsa Indonesia di tempatkan di atas Bulan Sabit berwarna Merah. Bahasa Inggris sebagai pengantar bahasa komunikasi internasional ditempatkan di bagian bawah. tiga bahasa tersebut memiliki makna yang sama yaitu identitas nama Bulan Sabit Merah Indonesia. Warna Bulan Sabit berwarna merah melambangkan darah atau berarti kehidupan, dimana misi yang diemban BSMI adalah kemanusiaan dianalogikan seperti itu. Maka tidak bermakna kemanusiaan jika berwarna hijau atau Bulan Sabit Hijau. tulisan yang berwarna hijau tidak serta merta hijau adalah warna agama Islam, tapi hijau melambangkan keteduhan, kesejukan dan seperti hijaunya daun atau pohon merupakan simbol produktifitas dan kontribusi bagi lingkungan. BSMI semampu mungkin memberikan kemanfaatan bagi umat dan masayarakat, bangsa serta negara. warna dasar putih melambangkan kenetralan BSMI. Dan dalam logo BSMI tidak terkungkung dalam sebuah border tertentu sehingga BSMI semakin independen dan berupaya dalam kemandirian.
Hak cipta penggunaan lambang Bulan Sabit Merah seperti yang ada sekarang telah didaftarkan secara resmi ke Departemen Hukum dan HAM Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) tertanggal 6 April 2005. Dan perlu diketahui juga bahwa BSMI adalah badan hukum berbentuk Perhimpunan dan tersebar luas di semenanjung Nusantara Aceh hingga Nabire-Papua. Lambang sebagai tanda pengenal perlahan lahan akan memasyarakat dengan sendirinya dengan aksi nyata dilapangan, masyarakat yang akan menilainya.

About these ads

Single Post Navigation

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: